Memaafkan Diri Sendiri

Melihat lagi ke belakang, ada begitu banyak kesalahan dan penyesalan yang terjadi dalam hidup saya. Untuk setiap keputusan salah yang saya ambil, untuk setiap hati orang yang saya sakiti, ketika sekarang saya menengok dan melihat apa yang sudah saya perbuat, banyak, begitu banyak kesalahan yang saya lakukan. Kesalahan-kesalahan yang selama ini membuat saya terkurung dalam... Continue Reading →

Saya egois.

Perasaan tidak enak kembali menyeruak di hati. Semua karena seorang teman (pantaskah saya sebut teman?) yang tiba-tiba saja mengontak setelah sekian lama, meminta bantuan saya untuk mengerjakan ujiannya.  Jadi ia hanya seorang kenalan di kampus, kakak kelas beberapa angkatan di atas saya. Tidak pernah ada kontak kami sebelum ini selain hanya bertukar nomor ponsel. Kemarin,... Continue Reading →

Rikuh.

Rikuh rasanya melihat orang lain bekerja tapi saya tidak melakukan apa-apa. Tapi kesal juga rasanya, melihat diri bekerja sendiri sedangkan orang lain bersantai dan mengobrol dengan asyiknya.

Saya Runtuh.

Saya runtuh, bingung harus melakukan apa. Baru saja saya terkena serangan panik dan saya gemetar minta ampun. Saya bahkan harus memaksa diri untuk menyalakan komputer dan menulis ini, karena saya merasa harus menuangkan emosi yang ada pada sesuatu.

Tentang Penyesalan

Orang yang menyesal adalah ia yang selalu mendamba seandainya. Karena ia demikian, berarti ia mendamba sesuatu yang tidak ada. Ia tidak melihat apa yang ada di depannya saat ini, sehingga dalam satu vonis, ia adalah orang yang tidak bersyukur.

Ibu. Ibuku. Dan Karirnya.

Tadi malam saya tiba-tiba terpikir soal ibu saya dan karirnya. Ada cerita Bapak yang dulu sempat saya dengar. Cerita yang tidak pernah dijelaskan kepada kami anak-anaknya, tapi sempat terlontar ketika Bapak cerita dengan orang lain.

Tuk Bima Lukar: Hulu Sungai Besar nan Bersahaja

Dari apa yang bisa saya temukan di internet, penamaan Tuk Bima Lukar erat akan dua hal. Pertama, legenda terbentuknya Sungai Serayu. Kedua, keadaan yang berkembang di Dataran Dieng bahwa situs-situs dinamai berdasarkan tokoh pewayangan, atau benda-benda yang berkaitan dengan pedalangan.

Dieng: Sebuah Undangan Sorgaloka

Awalnya, saya selalu menganggap Dieng sebagai sesuatu yang jauh dan tak tergapai. Tidak lebih dari sebuah misteri. Namun, suatu hari, kesempatan mengunjungi Dieng datang tak terduga. Seakan-akan sebuah panggilan dari sorgaloka.

Proudly powered by WordPress | Theme: Baskerville 2 by Anders Noren.

Up ↑