Tentang Penyesalan

Orang yang menyesal adalah ia yang selalu mendamba seandainya. Karena ia demikian, berarti ia mendamba sesuatu yang tidak ada. Ia tidak melihat apa yang ada di depannya saat ini, sehingga dalam satu vonis, ia adalah orang yang tidak bersyukur.

Ibu. Ibuku. Dan Karirnya.

Tadi malam saya tiba-tiba terpikir soal ibu saya dan karirnya. Ada cerita Bapak yang dulu sempat saya dengar. Cerita yang tidak pernah dijelaskan kepada kami anak-anaknya, tapi sempat terlontar ketika Bapak cerita dengan orang lain.

Tuk Bima Lukar: Hulu Sungai Besar nan Bersahaja

Dari apa yang bisa saya temukan di internet, penamaan Tuk Bima Lukar erat akan dua hal. Pertama, legenda terbentuknya Sungai Serayu. Kedua, keadaan yang berkembang di Dataran Dieng bahwa situs-situs dinamai berdasarkan tokoh pewayangan, atau benda-benda yang berkaitan dengan pedalangan.

Dieng: Sebuah Undangan Sorgaloka

Awalnya, saya selalu menganggap Dieng sebagai sesuatu yang jauh dan tak tergapai. Tidak lebih dari sebuah misteri. Namun, suatu hari, kesempatan mengunjungi Dieng datang tak terduga. Seakan-akan sebuah panggilan dari sorgaloka.

Heboh Leak di Kampung Saya

Kemarin di kampung saya heboh leak. Beberapa malam yang lalu, ibu saya mendengar sumpah serapah dari jalan depan rumah. Dari jendela kamar tamu, ia melihat tetangga depan rumah (sebut saja Pak K) berteriak sambil berkacak pinggang, mengacungkan jari sambil bersumpah serapah ke ujung jalan. Ajakan perkelahian, caci maki, teriakan Pak K menggema sampai ke kamar... Continue Reading →

Serial TV Favorit Sejauh Ini

TV kabel ini belum saya pasang terlalu lama. Bilangan tahunan belum ada. Namun, ada acara yang bagi saya menarik. Kebanyakan adalah serial drama dengan cerita yang secara umum lebih baik dari sinetron lokal. Para pemeran menyajikan pertunjukan yang lebih baik, dengan tulang punggung cerita dan premis yang lebih menjanjikan. Paling tidak, saya tidak lagi merasa... Continue Reading →

Mengapa Muncul Lagi?

Ini sebuah tulisan yang akan diperbarui. Tentang sebuah sebab kemunculan kembali. Kenapa muncul lagi? Ada banyak emosi yang dapat saya deskripsikan terkait masalah ini. Sedih, malu, perasaan tidak menentu, beberapa di antaranya seperti itu. Mereka adalah perasaan-perasaan yang sering dikatakan orang "disimpan dalam kotak dan tidak akan dibuka lagi". Perasaan-perasaan yang jika dilihat saja bisa... Continue Reading →

Mewinten #3: Ketika Rencana Berubah dan Asumsi Terbukti Salah

“Ya, siapa tahu?” Saya masih saja berpikir tentang kata-kata Bapak terakhir kali itu. Saya mencoba berskenario. Mendaftar berbagai kemungkinan yang sekiranya akan terjadi di hari acara. Ada yang paling wajar, yang dalam pikiran saya membuat semua kekhawatiran itu terasa berlebihan. Tapi sebaliknya, ada juga skenario yang sangat tidak mungkin terjadi, akan tetapi terpikirkan juga karena... Continue Reading →

Bermistis-Mistis dengan Arca dan Penunggu Museum Mpu Purwa

“Maksudnya galak bagaimana, Mbak?” Hal pertama yang saya bahas adalah soal batu lumpang yang sepertinya agak tidak bisa disentuh sembarangan itu. Mbak Mimin kemudian bercerita tentang sebuah kejadian ketika pemborong masih mengerjakan bangunan utama museum ini. Kala itu, seorang tukang bangunan ingin memetik buah juwet, mengingat si pohon di atas batu lumpang ini berbuah. Lebat... Continue Reading →

Proudly powered by WordPress | Theme: Baskerville 2 by Anders Noren.

Up ↑