Memaafkan Diri Sendiri

Melihat lagi ke belakang, ada begitu banyak kesalahan dan penyesalan yang terjadi dalam hidup saya. Untuk setiap keputusan salah yang saya ambil, untuk setiap hati orang yang saya sakiti, ketika sekarang saya menengok dan melihat apa yang sudah saya perbuat, banyak, begitu banyak kesalahan yang saya lakukan. Kesalahan-kesalahan yang selama ini membuat saya terkurung dalam jurang depresi, terkurung dalam masa bersalah yang membuat saya tidak bisa berbuat apa-apa.

Namun, sekarang saya belajar untuk meminta maaf untuk semua hal salah yang pernah saya lakukan. Untuk setiap pikiran buruk yang pernah saya miliki, saya minta maaf. Untuk setiap keputusan salah yang pernah saya ambil, saya meminta maaf. Untuk setiap orang yang pernah saya sakiti baik secara langsung maupun tidak, saya minta maaf.

Akan tetapi orang pertama yang harus saya mintakan maaf tidak lain adalah diri saya sendiri. Saya minta maaf, karena sudah banyak sekali membuat keputusan yang salah dalam hidup, yang tidak terhitung banyaknya, yang membuat saya terpenjara dalam masa bersalah. Saya minta maaf untuk semua hari-hari dan waktu yang terbuang dalam kesia-siaan, dalam diamnya saya, pada saat-saat ketika saya tidak bisa bergerak.

Akhirnya, semoga dengan ini saya bisa bergerak maju. Saya mencoba belajar mengikhlaskan apa yang terjadi dalam kehidupan saya, sembari meneruskan hidup perlahan-lahan, menjalani hari demi hari mencari makna hidup sehari-hari yang terus bergerak.

Semoga Tuhan merestui perjalanan saya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Proudly powered by WordPress | Theme: Baskerville 2 by Anders Noren.

Up ↑