Tentang Penyesalan

Orang yang menyesal adalah ia yang selalu mendamba seandainya. Karena ia demikian, berarti ia mendamba sesuatu yang tidak ada. Ia tidak melihat apa yang ada di depannya saat ini, sehingga dalam satu vonis, ia adalah orang yang tidak bersyukur.

Ibu. Ibuku. Dan Karirnya.

Tadi malam saya tiba-tiba terpikir soal ibu saya dan karirnya. Ada cerita Bapak yang dulu sempat saya dengar. Cerita yang tidak pernah dijelaskan kepada kami anak-anaknya, tapi sempat terlontar ketika Bapak cerita dengan orang lain.

Heboh Leak di Kampung Saya

Kemarin di kampung saya heboh leak. Beberapa malam yang lalu, ibu saya mendengar sumpah serapah dari jalan depan rumah. Dari jendela kamar tamu, ia melihat tetangga depan rumah (sebut saja Pak K) berteriak sambil berkacak pinggang, mengacungkan jari sambil bersumpah serapah ke ujung jalan. Ajakan perkelahian, caci maki, teriakan Pak K menggema sampai ke kamar... Continue Reading →

Mengapa Muncul Lagi?

Ini sebuah tulisan yang akan diperbarui. Tentang sebuah sebab kemunculan kembali. Kenapa muncul lagi? Ada banyak emosi yang dapat saya deskripsikan terkait masalah ini. Sedih, malu, perasaan tidak menentu, beberapa di antaranya seperti itu. Mereka adalah perasaan-perasaan yang sering dikatakan orang "disimpan dalam kotak dan tidak akan dibuka lagi". Perasaan-perasaan yang jika dilihat saja bisa... Continue Reading →

Mewinten #3: Ketika Rencana Berubah dan Asumsi Terbukti Salah

“Ya, siapa tahu?” Saya masih saja berpikir tentang kata-kata Bapak terakhir kali itu. Saya mencoba berskenario. Mendaftar berbagai kemungkinan yang sekiranya akan terjadi di hari acara. Ada yang paling wajar, yang dalam pikiran saya membuat semua kekhawatiran itu terasa berlebihan. Tapi sebaliknya, ada juga skenario yang sangat tidak mungkin terjadi, akan tetapi terpikirkan juga karena... Continue Reading →

Proudly powered by WordPress | Theme: Baskerville 2 by Anders Noren.

Up ↑