Serial TV Favorit Sejauh Ini

TV kabel ini belum saya pasang terlalu lama. Bilangan tahunan belum ada. Namun, ada acara yang bagi saya menarik. Kebanyakan adalah serial drama dengan cerita yang secara umum lebih baik dari sinetron lokal. Para pemeran menyajikan pertunjukan yang lebih baik, dengan tulang punggung cerita dan premis yang lebih menjanjikan. Paling tidak, saya tidak lagi merasa menghabiskan waktu secara sia-sia jika saya mendapati diri bengong di depan layar kaca.

A Million Little Things

Serial TV A Million Little Things
A Million Little Things (sumber: ABC)

Ini serial nomor satu! A Million Little Things adalah serial yang sangat dekat dengan kehidupan, karena mengangkat tema yang sungguh sejalan dengan kehidupan kota dan masalah-masalahnya, juga dibuka dengan sebuah premis psikologi yang fantastis: bunuh diri.

Serial ini berputar pada kehidupan empat orang sahabat (Jon, Eddie, Rome, dan Gary) di Kota Boston dan orang-orang yang dekat dengan mereka. Suatu hari, satu orang anggota mereka (Jon), bunuh diri, tanpa diduga oleh orang-orang di sekitarnya. Tidak ada pertanda yang aneh menjelang bunuh diri Jon, apalagi sebelumnya Jon adalah pengusaha properti yang sangat sukses di Boston.

Bagaimanapun, kejadian itu pun memicu guncangan besar di kehidupan tiga sahabat lain, yang ternyata sudah punya masalahnya masing-masing: Eddie dengan perselingkuhannya, Rome dengan depresinya, dan Gary dengan kanker payudaranya. Bunuh diri Jon memaksa mereka untuk menghadapi masalah mereka masing-masing, tapi yang lebih penting, kejadian itu memaksa mereka untuk menemukan kembali diri mereka, mendefinisikan kembali persahabatan dan kehidupan mereka yang tersusun dari sejuta hal kecil.

Saya memfavoritkan serial ini karena sifat manusiawinya. A Million Little Things benar-benar menunjukkan manusia biasa dengan semua masalahnya. Ia bukan tipe serial fantasi dan serial tempat kerja yang mengkhususkan pada satu tokoh saja. Di sini, semua tokoh penting, karena sesungguhnya semua manusia punya masalah yang tidak dapat diremehkan. Menontonnya seperti melihat cermin. Kadang saya bertanya pada diri sendiri: bagaimana saya menghadapi masalah saya hari ini? Apa saya menyerah, seperti Jon? Atau menutupinya dengan kebohongan demi kebohongan, seperti Eddie?

Saat ini, episode terakhir dari musim pertama serial ini sudah usai tayang. Namun, berita baiknya, telah dipastikan bahwa musim kedua dari serial ini akan ditayangkan. Semoga saja di serial kedua nanti, cerita bisa berkembang pada sesuatu yang baru dan lebih menggetarkan.

Saya menunggu dengan sabar.

NCIS: New Orleans

NCIS New Orleans
NCIS New Orleans (sumber: CBS)

Premis serial ini sebenarnya klasik. NCIS adalah semacam unit investigasi khusus bagi kasus yang melibatkan anggota marinir. Serial ini berkisar soal penyelidikan yang dilakukan unit tersebut, dengan wilayah kerja Kota New Orleans. Sedikit aksi tembak-menembak, investigasi, beberapa di antaranya juga adegan-adegan mencekam. Sepintas mirip dengan Criminal Minds atau CSI, tapi titik berat investigasinya agak berbeda.

Dari keluarga serial NCIS, saya paling suka dengan serial yang satu ini. Saya merasa ikatan emosional anggota NCIS di sini paling kuat apabila dibandingkan dua serial NCIS lainnya, yakni “NCIS” tanpa embel-embel atau NCIS: Los Angeles. Mungkin, itu juga karena pengaruh setting New Orleans yang paling “eksotis” jika dibandingkan dua kota lain, sehingga ikatan antartokohnya terasa lebih kuat, bahkan sudah seperti keluarga. Sesuatu yang mungkin agak langka di tempat kerja kita masing-masing.

Sekarang serial ini sudah memasuki musim kelima. Sebenarnya di Amerika sana musim kelima serial ini sudah akan berakhir. Namun, saya ingin menikmati saja tayangannya episode demi episode, dan mencoba untuk tidak tergoda mencari bocoran berupa ringkasan episode selanjutnya.

S.W.A.T

SWAT (Season 2) (Sumber: CBS)

Serial dengan aksi terbaik! Sejauh ini SWAT bagi saya merupakan serial dengan adegan aksi polisi yang paling seru, di samping kostum unit taktis kepolisian lengkap dengan senjata laras panjangnya. Kisah di serial ini memang cenderung lebih keras, kerap mengangkat tema berat yang contohnya melibatkan mafia, kartel narkotika, atau penembakan di sekolah.

Saya mengikuti serial ini karena aksinya yang keren. Meskipun aksi polisinya di beberapa episode terakhir tampak agak berlebihan dan artifisial, secara umum adegan-adegan aksinya cukup menegangkan. Drama ini memang serial all work, no play, no hard feelings at all, kecuali semangat korps kepolisian yang sangat kuat.

Pendapat masih bisa berubah. Beberapa episode terakhir mulai menggambarkan kehidupan pribadi para tokohnya, meskipun tidak begitu signifikan dan mendalam, karena bagaimanapun, perjuangan melindungi kota dari kejahatan ekstrem tetap jadi tujuan utama. Dengan pengecualian satu episode yang tidak ditayangkan di Asia, saya pikir saya sudah mengikuti sebagian besar musim pertama dan seluruh musim kedua.

Happy Together

Nothing rocks your life other than living with a rock star! Happy Together (Sumber: CBS)

Seorang penyanyi rock terkenal (Cooper James) tinggal dengan akuntannya (Jake) dan istrinya (Claire). Tentu ada gegar budaya, karena budaya artis terkenal pasti berbeda dengan orang biasa. Jake dan Claire adalah tipe pasangan yang sangat biasa, dengan permasalahan pasangan muda yang juga biasa.

Komedi ini bisa membuat saya terbahak sampai kehabisan napas selama lima menit penuh karena perkembangan komedi yang benar-benar lucu (saya tidak bohong). Misalnya saja saat seisi keluarga termasuk Cooper sakit perut gara-gara makan selada gulung buatan Jake. Tingkah ayah dan ibu Claire benar-benar bikin ngakak guling-guling, apalagi dengan perkembangan selanjutnya yang tidak kalah lucu.

Sebagian besar episode dalam serial ini berisi lelucon seperti itu, dan itulah yang membuat Happy Together selalu bisa membuat saya tertawa, bahkan ketika telah menonton episode yang sama beberapa kali. Ada episode yang kadang melenceng dari premis awal karena kehadiran Cooper yang semestinya merupakan faktor utama justru membuat dirinya menjadi tokoh sampingan. Akan tetapi itu tidak terlalu mengganggu. Yang penting, kekonyolan keluarga ini selalu bisa membuat tertawa, dan itulah hal terpenting dari sebuah serial komedi.

Life in Pieces

Life in Pieces

Satu keluarga besar, tiga generasi, tiga bersaudara, yang masing-masing punya masalah dan kekonyolannya sendiri. Life in Pieces membuktikan bahwa sebuah sebuah keluarga besar bisa memandang masalah dari dua cara: sebagai pemicu stres dan konflik, atau pemicu humor dan kekonyolan di keluarga.

Serial ini berformat komedi, yang setiap episodenya dibagi dalam empat subepisode, seperti slogannya: “One family, four short stories.” Di setiap subepisodenya, satu bagian keluarga menjadi fokus cerita. Masalah-masalah yang ditampilkan biasanya random, akan tetapi terkadang ada juga benang merahnya, seperti pencarian ibu pengganti bagi pasangan Matt dan Coleen yang sulit memiliki keturunan yang menjadi topik di beberapa subepisode.

Saya cenderung menyukai serial-serial dengan cerita keseharian seperti ini. Ceritanya ringan, dekat dengan kehidupan sehari-hari penontonnya. Kadang-kadang, serial ini bisa juga jadi petunjuk yang bagus soal bagaimana budaya keluarga di Amerika sana.

9-1-1

9-1-1 (Sumber: FOX)

Salah satu drama lain tentang prosedural polisi. Sepertinya tipe drama tempat kerja seperti ini laris di benua sana. Namun, 9-1-1 agak berbeda. Alih-alih mengambil sudut pandang penyelesaian investigasi dan mencari pelaku, drama ini sebagaimana judulnya berpusat pada kegiatan para petugas yang pertama kali datang ke tempat kejadian di Kota Los Angeles, yakni polisi (LAPD) dan pemadam kebakaran (LAFD).

Menariknya, serial ini tidak melulu urusan tempat kerja seperti SWAT. Serial ini justru kaya sisi humanis. Menjadi petugas first responder berarti dihadapkan pada kemungkinan kejadian yang tidak terhingga. Beberapa ada yang berakhir bahagia karena korban bisa selamat, beberapa lagi merupakan tindak kejahatan. Tapi ada juga kegagalan penyelamatan, atau kecerobohan yang berakhir dengan orang terluka. Ada pula kejadian-kejadian emosional yang cukup menggugah, tidak semuanya adegan aksi yang menegangkan.

Serial ini juga mengangkat kisah kehidupan pribadi para tokohnya. Mungkin saja ini merupakan penunjang lain dari sisi humanisnya. Seakan-akan, dibuktikan bahwa polisi dan pemadam kebakaran, orang-orang yang menyelamatkan hidup orang lain itu, adalah manusia biasa juga. Manusia yang juga punya masalah dan beragam emosi.

Scandal

Scandal Season 7 (Sumber: ABC)

Ini ratunya intrik! Dari semua drama yang saya bahas dalam kesempatan ini, Scandal mungkin drama yang terberat dari segi premis. Drama ini mengangkat tema politik, yang memang sangat kaya akan intrik. Saking banyak intriknya, saya sampai bingung menentukan mana tokoh antagonisnya, lantaran semua orang seakan-akan bisa menjadi baik dan jahat di saat yang sama!

Drama ini memang mengangkat sisi gelap manusia yang sesungguhnya ada pada diri kita semua: sisi egois-individualistis jika sudah menyangkut kekuasaan, yang dalam hal ini terkait sebuah negara adidaya, yakni Amerika Serikat. Pertarungan politik dan tipu daya yang dipertontonkan dalam Scandal sangat kompleks, akan tetapi menunjukkan bahwa semua tokoh memiliki agenda pribadi untuk menguntungkan dirinya sendiri dengan segala macam cara. Sebuah gejala yang saya yakin ada di semua sistem politik negara-negara di mana pun, sepanjang itu menyangkut kekuasaan.

Tapi di mana sih politik yang tidak menyangkut kekuasaan?

Politik itu kotor dan penuh skandal, itulah premis yang diangkat dalam serial ini. Sepanjang episode kaya akan berbagai tipuan, isu yang dipelintir, dan bagaimana menggunakan kekuatan lawan untuk memperkuat diri sendiri. Sayang sekali saya hanya dapat menyaksikan sebagian kecil musim keenam dan sebagian musim ketujuh (di negara asalnya, serial ini sudah tidak dilanjutkan lagi), akan tetapi itu tidak mengurangi keseruan dan rasa menegangkan yang menyergap di tiap episodenya.

7 thoughts on “Serial TV Favorit Sejauh Ini

Add yours

    1. Ya, Bang! Akhirnya punya TV dan bisa menonton saluran luar negeri juga. Harapannya semoga berfaedah dan jadi makin kreatif.

    1. Betul… ceritanya cukup menghanyutkan dan akting para tokohnya juga berkualitas. Tak rugi langganan TV kabel kalau acara-acaranya seperti itu.

Tinggalkan Balasan ke Titis Ayuningsih Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Proudly powered by WordPress | Theme: Baskerville 2 by Anders Noren.

Up ↑